PARADIGMA KOMUNIKASI

 


PARADIGMA KOMUNIKASI

Khazanah keilmuan komunikasi dipengaruhi oleh ilmu-ilmu. sosial di mana ilmu sosial adalah induk dari ilmu komunikasi, di samping itu juga ilmu komunikasi dipengaruhi oleh ilmuwannya dan stakeholder akademik di sekitarnya.

Perkembangan terakhir dunia komunikasi di Indonesia saat ini dipengaruhi oleh tiga paradigma besar. Pertama, paradigma teori konvensional, yaitu paradigma teori yang dianut oleh para ilmuwan komunikasi yang secara keilmuannya mengembangkan teorinya ecara linier. Para ilmuwan ini memiliki kecenderungan memandang teori komunikasi secara tradisional, mereka sejak semula telah mempelajari bidang komunikasi sejak jenjang pendidikan SI dan tidak memalingkan pandangannya terhadap teori-teori lain di sekitar objek komunikasi. Kedua, paradigma kritis dan perspektif komunikasi, yaitu paradigma komunikasi yang dianut oleh para sarjana yang awalnya (terutama SI) belum mempelajari teori komunikasi, kemudian secara serius mempelajari komunikasi secara kritis dan menurut perspektif komunikasi yang dilihatnya. Paradigma ini antara lain adalah sosiologi komunikasi, hukum komunikasi dan hukum media, psikologi komunikasi, komunikasi antarbudaya, komunikasi politik, komunikasi organisasi, komunikasi publik, komunikasi sosial, semiotika komunikasi, public relation, dan sebagainya. Ketiga, paradigma teknologi media. Paradigma ini lahir dari para peminat teknologi telematika, terutama oleh para sarjana teknologi informasi. Walaupun paradigma ini tidak terlalu berpengaruh dalam kancah teori komunikasi bila dibandingkan dengan dua paradigma terdahulu, namun teori-teori komunikasi menggunakan perkembangan eknologi media ini untuk merevisi berbagai teori komunikasi yang ada hubungan dengan media dan komunikasi massa.

Paradigma adalah sudu pandang terhadap sesuatu, dalam ilmu komunikasi paradigma ilmunya berkembang sangat pesat. Selain komunikasi sebagai ilmu sosial yang terus berkembang, paradigma yang mempengaruhinya ikut berkembang secara revolusioner. Paradigma lama dan baru saling mempengaruhi membentuk ilmu komunikasi semakin dalam dan luas. Perkembangan paradigma komunikasi tersebut secara tidak langsung berpengaruh juga pada perkembangan sudut pandang pada komunikasi politik, sebagai bagian dari ilmu komunikasi yang terus berkembang.

Menurut Harmon (dalam Moleong,2004: 49), paradigma adalah cara mendasar untuk melakukan persepsi, berpikir, meni-lai dan melakukan yang berkaitan dengan sesuatu secara khusus tentang realitas. Bogdan & Biklen (dalam Mackenzie & Knipe,2006) menyatakan bahwa paradigma adalah kumpulan longgar dari sejumlah asumsi, kon-sep, atau proposisi yang berhubungan secara logis, yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. Sedangkan Baker (dalam Mo-leong, 2004: 49) mendefinisikan paradigma sebagai seperangkat aturan yang (1) mem-bangun atau mendefinisikan batas-batas; dan (2) menjelaskan bagaimana sesuatu harus di-lakukan dalam batas-batasitu agar berhasil.

 

ELEKTIF PARADIGMA

Sifat eklektif paradigma ini telah dilukiskan oleh Wilburn Scramm sebagai jalan simpang yang paling ramai dengan segala disiplin yang melintasinya. Komunikasi yang multi makna dan multi definisi telah menyuguhkan cara pandang (frame) yang beragam pula, terutama dalam mengkonseptualisasikan komunikasi sebagai suatu di siplin ilmu yang bersifat eklektif artinya menggabungkan beberapa disiplin (Nurhadi, 2015). Sejak semula para pakar acapkali mengkaji komunikasi manusia dengan menggunakan (secara terang terangan) konsep, teori dan model ilmu fisika, psikologi dan sosiologi, sejarah, bahasa, dan sebagainya. Tidak mengherankan bila hingga saat ini masih banyak kalangan luar yang meragukan komunikasi sebagai di siplin ilmu sendiri. Bahkan ada dari kalangan psikologi atau sosiologi yang masih merasa komunikasi manusia sebagai bagian dari disiplinnya. Mereka kurang memahami bahwa kajian ko munikasi memang telah meminjam dari berbagai disiplin dan telah meracik dan mengolahnya sendiri menjadi suatu konsep atau teori sehingga sangat bersifat eklektif,

 




 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIMENSI DIMENSI ILMU KOMUNIKASI

Tokoh-Tokoh Ilmu Komunikasi

Pendekatan Kritik Sosial