Komunikasi Sebagai Multidisiplin Ilmu : Komunikasi Sebagai Ilmu Dan Kontribusi Lain Pada Komunikasi
Komunikasi Sebagai Multidisiplin Ilmu :
Komunikasi Sebagai Ilmu Dan Kontribusi Lain Pada Komunikasi
Ilmu komunikasi adalah salah satu ilmu pengetahuan sosial yang bersifat
multidisipliner, itu terjadi karena ilmu komunikasi berkembang melalui beberapa
pendekatan. Pendekatan-pendekatan yang dipergunakan yang mempengaruhi peta ilmu
komunikasi, berasal dari berbagai disiplin ilmu lain seperti psikologi.
Linguistik, antropologi dan sebagianya. Sifat kemultidisiplinan ilmu komunikasi
tidak dapat dihindari karena objek pengamatan dalam ilmu komunikasi sangat luas
dan kompleks, menyangkut berbagai aspek sosial, budaya, ekonomi, politik dari
kehidupan manusia
Di Indonesia sejarah
komunikasi sebagai ilmu terbilang masih relatif baru, sebelumnya kajian-kajian
yang menyangkut komunikasi terbatas pada bagaimana sebuah pesan disebarluaskan
(publish). Pokok bahasan
komunikasi biasanya berhubungan dengan jurnalistik, hubungan masyarakat, dan
penerangan.
Menurut Wiryanto pada
awalnya, Ilmu Komunikasi terbagi atau terspesialisasi menjadi delapan, yakni:
1. Sistem Informasi
(Informations System).
2. Komunikasi Antarpribadi
(Interpersonal Communications).
3. Komunikasi Massa (Mass
Communication).
4. Komunikasi Politik
(Political Communication).
5. Komunikasi Organisasi
(Organizational Communication).
6. Komunikasi Lintas
Budaya (Intercultural Communication).
7. Komunikasi
Pembelajaran (Intructional Communication).
8. Komunikasi Kesehatan
(Health Communication).
Dari perspektif Sosiologi
Komunikasi melihat cakupan Ilmu Komunikasi berdasarkan individu yang terlibat
dalam interaksi komunikasi. Burhan Bungin (2006: 31-32) melihat Sosiologi
Komunikasi secara komprehensif mempelajari interaksi sosial dengan segala aspek
yang berhubungan dengan interaksi tersebut seperti bagaimana interaksi
(komunikasi) itu dilakukan dengan menggunakan media, bagaimana efek media sebagai
akibat dari interaksi sosial, sampai bagaimana media berkembang serta
konsekwensi sosial macam apa yang ditanggung masyarakat sebagai akibat
perubahan yang didorong oleh media massa itu.
Berdasarkan keterlibatan
“interaksi”-nya itu, Bungin membagi komunikasi menjadi lima jenis:
1. Komunikasi individu
dengan individu (komunikasi antarpribadi)
2. Komunikasi Kelompok
3. Komunikasi Organisasi
4. Komunikasi Sosial
5. Komunikasi Massa.
Selanjutnya, ada juga
yang membagi ilmu Komunikasi berdasarkan bidang kajiannya (Ralfian’s Journey).
Pada periode awal terdiri dari:
a. Komunikasi
sosial
b. Komunikasi
organisasi
c. Komunikasi
politik
d. Komunikasi
antarbudaya
e. Komunikasi
pembangunan
f. Komunikasi
lingkungan
g. Komunikasi
tradisional
Pada Periode selanjutnya
muncul bidang komunikasi yang sering disebut Komunikasi Kontemporer, terdiri
atas :
a. Komunikasi
bisnis/perusahaan
b. Komunikasi
internasional
c. Komunikasi
spiritual
d. Komunikasi
transcendental
e. Komunikasi
peradaban
f. Komunikasi antar
agama
g. Komunikasi
pesantren
h. Komunikasi
masjid
i. Komunikasi
Kesehatan
j. Komunikasi
Pendidikan
k. Komunikasi
criminal
l. Komunikasi
terminal
m. Komunikasi
narapidana
Pada akhirnya Ilmu
Komunikasi mengalami perkembangan yang marak, menembus batas-batas ilmu lain
atau bidang lain. Dalam buku Manusia Komunikasi, Komunikasi Manusia: 75 Tahun
Alwi Dahlan disebutkan bahwa komunikasi terkait bukan hanya tentang media massa
saja, tetapi cakupannya sangat luas. Meliputi segala segi dan bidang kehidupan
manusia. Sehingga perlu dipahami secara antardisipliner, melintasi berbagai
macam ilmu. Termasuk tantangan yang membatasi hubungan antarmanusia.
Perkembangan mutakhir
ilmu Komunikasi semakin menunjukkan kedudukan ilmu ini sebagai ilmu terapan dan
bersifat multidisipliner. Keberadaannya dapat menjelaskan sebagian persoalan
bidang lain, namun juga terbuka untuk dijelaskan oleh bidang lain.[1]
Panuju, Redi. Pengantar Studi (Ilmu) Komunikasi:
Komunikasi Sebagai Kegiatan Komunikasi Sebagai Ilmu. Kencana, 2018.

Komentar
Posting Komentar