DIMENSI DIMENSI ILMU KOMUNIKASI

 


DIMENSI-DIMENSI ILMU KOMUNIKASI

Komunikasi sosial terjadi antar individu dalam kehidupannya di masyarakat yang memiliki konteks dalam segala dimensi kehidupan manusia. Seluruh dimensi kehidupan manusia dipenuhi dengan komunikasi. Komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa berkomunikasi itu penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, untuk kepentingan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan. Melalui komunikasi sosial kita dapat memenuhi kebutuhan emosional dan meningkatkan kesehatan mental, kita belajar tentang makna cinta, kasih sayang, simpati, keintiman, rasa hormat, rasa bangga, irihati, bahkan kebencian.
Dapat dikatakan bahwa, dimensi komunikasi berarti suatu ukuran yang berkaitan dengan komunikasi. Didalam dimensi komunikasi terdapat beberapa hal yang saling berhubungan, yang merupakan contoh dari dimensi komunikasi tersebut.

Komunikasi pada dasarnya dapat dilihat dari berbagai dimensi, antara lain:
Dimensi makro
Dimensi makro lebih menggambarkan hubungan antara media dengan berbagai institusi, misalkan politik, ekonomi, pendidikan, agama, dan lain sebagainya. Atau kita bisa mengatakan bahwa dimensi makro adalah dimensi yang memperhatikan dari sisi media kepada masyarakat luas.
Dimensi mikro
Dimensi mikro memperhatikan bagaimana pengaruh media terhadap suatu kelompok atau individu. Teori dalam dimensi mikro mempelajari bagaimana hubungan antara media dengan audiens, dimana di sini lebih ditekankan efek yang terlihat dari individu atau kelompok sebagai hasil dari media massa. Kita bisa melihat perbedaannya dengan dimensi makro, yaitu bahwa dimensi mikro memiliki ruang lingkup yang lebih kecil dan lebih detail.

Komunikasi sebagai Proses.
Jika komunikasi dipandang sebagai proses, komunikasi yang dimaksud adalah suatu kegiatan yang berlangsung secara dinamis. Sesuatu yang didefinisikan sebagai proses berarti unsu-unsur yang ada didalamnya bergerak aktif, dinamis, dan tidak statis.
Komunikasi sebagai Simbolik.
Hampir semua pernyataan manusia baik yang ditujukan untuk kepentingan dirinya, maupun untuk kepentingan orang lain dinyatakan dalam bentuk simbol. Hubungan antara pihak-pihak yang ikut serta dalam proses komunikasi banyak ditentukan oleh simbol atau lambing-lambang yang digunakan dalam berkomunikasi. Simbol dapat dinyatakan dalam bentuk bahsa lisan atau tertulis (verbal) maupun melalui isyarat-isyarat tertentu (nonverbal). Simbol membawa pernyataan dan diberi arti oleh penerima, karena itu memberi arti terhadap simbol yang dipakai dalam berkomunikasi bukanlah hal yang mudah melainkan suatu persoalan yang cuku
p.
Komunikasi sebagai Sistem.
Sistem seringkali didefinisikan sebagai suatu aktivitas di mana semua komponen atau unsure yang mendukungnya saling berinteraksi satu sama laindalam menghasilkan luaran (Semprivivo, 1982), atau dengan kata lain seperangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain. Suatu sistem komunikasi memerlukan sifat yang sistemik, yakni menyeluruh, saling bergantung, berurutan, mengontrol dirinya, seimbang, berubah, addaptif, dan memiliki tujuan
Komunikasi Sebagai Aksi.
Komunikasi boleh dikata tidak pernah terjadi tanpa aksi, apakah itu diucapkan, ditulis, maupun dilakukan dalam bentuk isyrat. Bahkan gerakan dalam bentuk diam juga merupakan suatu aksi. Oleh karena itu aksi (action) merupakan suatu tindakan yang dilakuka oleh seseorang, maka pada suatu saat ia berhubungan dengan orang lain, maka ia melakukan interaksi.
Komunikasi Sebagai Aktivitas Sosial.
Sudah menjadi sifat manusia yakni selalu berusaha untuk berhubungan dengan sesamanya. Upaya ini dilakukan untuk menghilangkan keterasingan mereka, dan juga keinginan untuk mengetahui apa yang terjadi di luar dirinya (communication is human).
Komunikasi Sebagai Multidimensional.
Kalau komunikasi dilihat dari perspektif multidimensional, ada dua tingkatan yang dapat diidentifikasikan, yakni dimensi isi (content dimension) dan dimensi hubungan (relationship dimension). Dalam komunikasi antarmanusia, kedua dimensi ini tidak terpisah satu sama lain. Dimensi ini menunjukkan pada kata, bahasa, dan informasi yang dibawa oleh pesan,

Hal-hal yang berhubungan dengan dimensi komunikasi yaitu seperti:
A.  Dalam isi
Misalnya A berbicara kepada B tentang sesuatu,proses itu mempunyai suatu isi mereka mungkin membicarakan tentang permainan baseball atau masalah bisnis.apabila kita bersuara di dalam suatu percakapanbiasanya isinya pertam-tama mengenai diri kita.
B.  Bising
Ketika A berbicara dengan B terjadi hal-hal lain yang sangat terlepas dari hal yang di bicarakan.ada percakapan yang terjadi dengan bising(noise),sedangkan yang lainnya relative tanpa bising di dalam konteks ini “bising”berarti hal-hal yang mengangu pengiriman.kita dapat menjumpai suara seperti ganguan udara pada kawat telepon sehingga membuat B sulit  untuk mendengar apa yang di katakan oleh A.sehingga B tidak dapat memahami apa yang dikatak A kepada B.
C.  Jaringan Komunikasi
Biasanya kita berfikir bahwa percakapan A dan B adalah langsung.tetapi A dapat berbicara dengan B hanya dengan memlalui C atau D.dan ini sangat bermanfaat bagi kecepatan dan ketepatan komunikasi antar anggotanya satu sama lain.
D.  Arah Komunikasi
Arah komunikasi bisa dalam satu arah atau dua arah.ini merupakan dimensi yang bebas apa pun yang mungkin di katakana oleh A dan B,sejauh manapun gangguan suara ikut terlibat.bagaimanapun jaringannya A mungkin berbicara dengan B dengan cara A dapat berbicara dan B hanya dapat mendengarkan,yaitu komunikasi satu arah.sedangan dalam dua arah A dapat berbicara dengan B lalu B dapat membalas berbicara kembali.


 

Mujiono, Yoyon. “Komunikasi Sosial.” Jurnal Ilmu Komunikasi 2, no. 1 (2012).


KOMUNIKASI-DAN-MEDIA-SOSIAL.pdf (researchgate.net)

https://pakarkomunikasi.com/dimensi-komunikasi-dalam-komunikasi-massa

https://novelaayu.wordpress.com/2015/10/02/komunikasi-dan-dimensi-komunikasi/

 




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tokoh-Tokoh Ilmu Komunikasi

Pendekatan Kritik Sosial