Peran Komunikasi Dalam Masyarakat
A. Peran komunikasi dalam masyarakat
masyarakat eksis melalui komunikasi, perspektif yang sama,
budaya yang sama, muncul
melalui partisipasi dalam
saluran komunikasi yang sama.
Melalui partisipasi sosial
perspektif bersama dalam kelompok diinternalisasikan dan
berbagai pandangan muncul melalui
kontak dan asosiasi yang
berbeda. Melalui interaksi
atau komunikasi orang-orang
dapat bertukar makna, nilai dan pengalaman dengan menggunakan simbol dan
tanda.
Pengertian Komunikasi Masyarakat
Komunikasi
massa adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui media Massa dengan
berbagai tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada Khalayak luas.
Dengan demikian maka unsur-unsur penting dalam komunikasi massa yaitu :
1. Komunikator,
2. Media massa.
3. nformasi (pesan).
4. Gatekeeper.
5. Khalayak (publik) dan
6. Umpan balik.
Komunikator dalam komunikasi massa adalah:
a)
Pihak yang mengandalkan media massa dengan teknologi komunikasi
modern, Sehingga dapat dengan cepat diakses oleh publik.
b)
Pihak yang berusaha memberikan jasa melalui penyebaran informasi
dan Sekaligus menjadi agen perubahan dalam pemahaman, wawasan dan solusi-Solusi
dengan jutaan massa yang tersebar dimanapun tanpa diketahui dengan Jelas
keberadaan mereka.
c)
Pihak yang menjadi sumber informasi atau pemberitaan yang mewakili
institusi Formal yang sifatnya mencari keuntungan dari penyebaran informasi
itu.
Media massa adalah
saluran/alat komunikasi dan informasi yang melakukan Penyebaran informasi
secara massal dan dapat diakses oleh masyarakat secara massal Pula.
Informasi massa adalah
informasi yang diperuntukan kepada masyarakat secara Massal, bukan hanya
informasi yang hanya dikonsumsi secara pribadi. Dengan
Demikian informasi massa adalah milik publik, bukan individu.
Misalnya berita, iklan, Sinetron, film, infoteinment, dsb.
Gatekeeper adalah
penyeleksi informasi. Sebagaimana diketahui bahwa komunikasi Massa dijalankan
oleh beberapa orang organisasi media massa, mereka inilah yang Akan menyeleksi
setiap informasi yang akan disebarkan kepada masyarakat. Bahkan Mereka memiliki
kewenangan untuk memperluas atau membatasi informasi yang akan Disebarkan
tersebut. Mereka adalah wartawan, editor, sutradara, dsb.
Khalayak adalah massa
yang menjadi tujuan dari penyebaran informasi dari media Massa. Mereka bersifat
heterogen dan luas.
Umpan balik. Awalnya umpan
balik bersifat tertunda namun dengan semakin Berkembangnya teknologi
komunikasi, maka komunikasi interaktif dapat dilakukan Secara langsung melalui
media massa.
Proses Komunikasi Dalam Masyarakat
a. Komunikasi
Langsung
Pada
komunikasi langsung (tatap muka) baik antara individu dengan individu, atau
individu dengan kelompok atau kelompok dengan masyarakat, maka pengaruh
hubungan individu (interpersonal) termasuk di dalam pemahaman komunikasi ini.
Komunikasi
ini berkaitan dengan komunikasi kelompok yaitu yang merupakan proses sistematik
dan terstruktur serta membentuk suatu sistem yang terdiri dari
komponen-komponen sistemnya, seperti konteks komunikator, konteks pesan dan
kontruksi ide,
konteks pola
interaksi, konteks situsional, konteks sikap-sikap individu terhadap kelompok,
dan konteks toleransi yang ada dalam kelompok itu sendiri.
b. Komunikasi
Massa
Komunikasi
massa adalah proses komunikasi yang dilakukan melalui media dengan berbagai
tujuan komunikasi dan untuk menyampaikan informasi kepada khalayak luas.
Proses Komunikasi Massa
Komunikasi massa dalam prosesnya melibatkan banyak orang yang bersifat kompleks Dan rumit. Menurut McQuail (1999) proses komunikasi massa terlihat berproses dalam Bentuk:
1. Melakukan distribusi dan penerimaan informasi dalam skala besar. Jadi proses Komunikasi massa melakukan distribusi informasi kemasyarakatan dalam skala Yang besar, sekali siaran atau pemberitaan jumlahdan lingkupnya sangat luas Dan besar.
2. Proses komunikasi massa cenderung dilakukan melalui model satu arah yaitu Dari komunikator kepada komunikan atau media kepada khalayak. Interaksi Yang terjadi sifatnya terbatas.
3. Proses komunikasi massa berlangsung secara asimetris antara komunikator Dengan komunikan. Ini menyebabkan komunikasi antara mereka berlangsung Datar dan bersifat sementara. Kalau terjadi sensasi emosional sifatnya Sementara dan tidak permanen.
4. Proses komunikasi massa juga berlangsung impersonal atau non pribadi dan Anonim.
Proses komunikasi massa juga berlangsung didasarkan pada hubungan Kebutuhan-kebutuhan di masyarakat. Misalnya program akan ditentukan oleh Apa yang dibutuhkan pemirsa. Dengan demikian media massa juga ditentukan Oleh rating yaitu ukuran di mana suatu program di jam yang sama di tonton oleh Sejumlah khalayak massa.
Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat merupakan
kegiatan yang memerlukan proses berkelanjutan, yang
membutuhkan komunikasi yang
baik antara inisiator
program dengan masyarakat maupun
antar warga masyarakat. Proses pemberdayaan tidak
akan mencapai tujuannya, jika
tidak didukung oleh proses
komunikasi yang
partisipatif. Dalam hal
ini dibutuhkan partisipasi
aktif dari seluruh warga masyarakat untuk mewujudkan
cita-cita perubahan yang
diinginkan. Partisipasi masyarakat
sangat berpengaruh terhadap terbentuknya
tindakan komunikatif yang
sesuai dengan karakteristik masyarakatnya. Resistansi
masyarakat dalam proses pemberdayaan
masih sering muncul
karena perasaan saling curiga
diantara komponen masyarakat
tentang kepentingan-kepentingan di
balik upaya pemberdayaan,
terutama dari kelompok masyarakat yang tidak
menjadi sasaran utama program
pemberdayaan tersebut. Walaupun resistansi terhadap upaya-upaya pemberdayaan
untuk membawa pada
perubahan masyarakat cukup tinggi,
komunikasi memainkan peran
yang sangat penting dalam
terbentuknya tindakan komunikatif masyarakat.
Melalui komunikasi pemberdayaan masyarakat mempunyai kemampuan untuk
mencapai aspirasi dan tujuan-tujuan yang lebih tinggi, baik personal maupun
kelompok. Terbukti dengan adanya responsivitas masyarakat yang tinggi terhadap
perubahan. Sikap responsife tersebut sangat didukung oleh adanya kesukaan
belajar yang tinggi. Dalam artian setiap informasi baru selalu dapat ditransfer
secara efektif mulai dari pemangku wilayah kepada kelompok-kelompok kegiatan
dan diteruskan sampai ke setiap keluarga.
Ketika
pola pikir dan perilaku masyarakat sudah berubah, akan menghasilkan struktur
masyarakat yang berubah juga. Struktur masyarakat yang baru diwarnai dengan
adanya nilai-nilai baru. Nilai-nilai baru tersebut berkaitan dengan aspek
pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga
yang manfaatnya langsung
bisa dirasakan oleh keluarga secara khusus, dan dalam
lingkup yang lebih luas manfaat tersebut dapat dirasakan oleh
masyarakat. Hal tersebut
secara otomatis dapat mempengaruhi
dunia batiniah masyarakat dan akan terekspresikan dalam tindakansehari-hari.
B. Peran
Teknologi Informasi dan Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, teknologi
informasi dan komunikasi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia.
Keberadaannya di masyarakat tidak kalah penting dengan kebutuhan-kebutuhan
pokok yang lainnya.
Pada dasarnya, teknologi informasi dan
komunikasi berperan penting dalam memudahkan manusia untuk dapat saling
berhubungan dengan cepat, mudah, dan terjangkau. Dengan kata lain, teknologi
informasi dan komunikasi dapat mempermudah dan mempertinggi kualitas hidup manusia.
TIK
memiliki dampak besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Sebagai contoh, kita
dapat membaca koran lokal kita menggunakan koran online. Contoh lain adalah
kita masih bisa terhubung dengan keluarga, kerabat, atau kolega kita walaupun
kita berada di luar negeri dengan menggunakan surat elektronik, yahoo
messenger, konferensi panggilan, atau konferensi video.
Komputer
dan jaringan digital telah mengubah konsep ekonomi kita menjadi ekonomi tanpa
batas waktu dan ruang karena TIK. Ini membawa banyak keuntungan bagi
pembangunan ekonomi yang memungkinkan jutaan transaksi terjadi dengan cara yang
mudah dan cepat. TIK adalah salah satu pilar pembangunan ekonomi untuk
mendapatkan keunggulan kompetitif nasional. Ini dapat meningkatkan kualitas
hidup manusia karena dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan pendidikan,
media komunikasi massa dalam mempromosikan dan mengkampanyekan isu-isu praktis
dan penting, seperti bidang kesehatan dan sosial. Ini memberikan pengetahuan
yang lebih luas dan dapat membantu dalam mendapatkan dan mengakses informasi. TIK
telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari bagi banyak orang. Ini
meningkatkan kepentingannya dalam kehidupan masyarakat dan diharapkan bahwa
tren ini akan terus berlanjut, sejauh bahwa literasi TIK akan menjadi
persyaratan fungsional untuk pekerjaan, sosial, dan kehidupan pribadi
masyarakat.
Penggunaan
TIK dalam pendidikan menambah nilai dalam pengajaran dan pembelajaran, dengan
meningkatkan efektivitas pembelajaran, atau dengan menambahkan dimensi pada
pembelajaran yang sebelumnya tidak tersedia. TIK juga dapat menjadi faktor
motivasi yang signifikan dalam pembelajaran siswa, dan dapat mendukung
keterlibatan siswa dengan pembelajaran kolaboratif.
Teknologi
Informasi dan Komunikasi (TIK) pada dasarnya adalah upaya masyarakat kita untuk
mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang berharga kepada warganya saat ini
dan yang baru muncul seputar komputasi dan perangkat komunikasi, perangkat
lunak yang mengoperasikannya, aplikasi yang berjalan di atasnya dan sistem yang
dibangun bersama mereka. Faktanya, kita hidup di dunia digital yang terus
berkembang. TIK berdampak pada hampir setiap aspek kehidupan kita – mulai dari
bekerja hingga bersosialisasi, belajar hingga bermain. Era digital telah
mengubah cara orang-orang muda berkomunikasi, membangun jaringan, mencari
bantuan, mengakses informasi, dan belajar. Kita harus menyadari bahwa kaum muda
sekarang merupakan populasi online dan aksesnya melalui berbagai cara seperti
komputer, TV, dan telepon seluler.
https://mercubuana.ac.id/files/SosiologiKompunikasi/Modul-03-.pdf
https://journal.ipb.ac.id/index.php/jurnalkmp/article/view/26849/17221

Komentar
Posting Komentar