Pengertian Dan Ruang Lingkup Komunikasi

 

A. 



PENGERTIAN KOMUNIKASI

Istilah komunikasi atau dalam bahasa Inggris communication berasal dari kata Latin cnmmunicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna.

Jadi, kalau dua orang terlibat dalam komunikasi, misalnya dalam bentuk percakapan, maka komunikasi akan terjadi atau berlangsung selama ada ke- samaan makna mengenai apa yang dipercakapkan. Kesamaan bahasa yang di- pergunakan dalam percakapan itu belum tentu menimbulkan kesamaan makna. Dengan lain perkataan, mengerti bahasanya saja belum tentu mengerti makna yang dibawakan oleh bahasa itu. Jelas bahwa percakapan kedua orang tadi dapat dikatakan komunikatif apabila kedua-duanya, selain mengerti bahasa yang dipergunakan, juga mengerti makna dari bahan yang dipercakapkan.

Menurut Carl I. Hovland, ilmu komunikasi adalah upaya yang sistematis  untuk merumuskan secara tegar asas-asas penyampaian informasi serta pembentukan pendapat dan sikap.

Definisi Hovland di atas menunjukkan bahwa yang dijadikan objek studi ilmu komunikasi bukan saja penyampaian informasi, melainkan juga penj- bentukan pendapat umum (public opinion) dan sikap publik (public attitude) yang dalam kehidupan sosial dan kehidupan politik memainkan peranan yang amat penting. Bahkan dalam definisinya secara khusus mengenai pengertian komunikasinya sendiri, Hovland mengatakan bahwa komunikasi adalah pror ses mengubah perilaku orang lain (communication is the process to modify the behavior of other individuals).

Untuk memahami pengertian komunikasi sehingga dapat dilancarkan secara efektif, para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yan£ dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect?

Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yakni:

  • Komunikator (communicator, source, sender)

           Komunikator adalah mengirim atau penyampai pesan

  • Pesan (Message)

          Sesuatu entah bentuk ide, abstraksi realitas atau bahkan hal yang bersifat ekspetasi (harapan)                 yang disampaikan komunikator kepada penerima.

  •  Media (channel, media)
  • Komunikan (communicant, communicatee, receiver, recipient)

          Merupakan penerima pesan

  •  Efek (effect, impact, influence)

        Merupakan akibat yang timbul baik berupa emosi, pikiran maupun perilaku.

Jadi, berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu.

Seperti ilmu-ilmu lainnya, ilmu komunikasi pun menyelidiki gejala komunikasi. Tidak hanya dengan pendekatan secara ontologis (apa itu komunikasi), tetapi juga secara aksiologis (bagaimana berlangsungnya komunikasi yang efektif) dan secara epistemologis (untuk apa komunikasi itu dilaksanakan).

Proses komunikasi pada hakikatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran bisa merupakan gagasan, informasi, opini, dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Perasaan bisa berupa keyakinan, kepastiap, keragu-raguan, ke- khawatiran, kemarahan, keberanian, kegairahan, dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati.

Adakalanya seseorang menyampaikan buah pikirannya kepada orang lain tanpa menampakkan perasaan tertentu. Pada saat lain seseorang menyampaikan perasaannya kepada orang lain tanpa pemikiran. Tidak jarang pula seseorang menyampaikan pikirannya disertai perasaan tertentu, disadari atau tidak disadari. Komunikasi akan berhasil apabila pikiran disampaikan dengan menggunakan perasaan yang disadari; sebaliknya komunikasi akan gagal jika sewaktu menyampaikan pikiran, perasaan tidak terkontrol.

Pikiran bersama perasaan yang akan disampaikan kepada orang lain itu oleh Walter Lippman dinamakan picture in our head, dan oleh Walter Hage- mann disebut Bewustseinsinhalte. Yang menjadi permasalahan ialah bagaimana caranya agar ’’gambaran dalam benak” dan ”isi kesadaran” pada komunikator itu dapat dimengerti, diterima, dan bahkan dilakukan oleh komunikan.

 

B.    RUANG LINGKUP KOMUNIKASI

Saat ini kemunikasi merupakan ilmu yang sedang popular di masyarakat, banyak bidang propesi yang lahir dari ilmu komunikasi meskipun pada hakekatnya komunikasi merupakan kegiatan yag dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

1.     Ruang lingkup pertama periklanan.

Periklanan/advertising adalah suatu proses komunikasi massa yang melbatkan sponsor tertentu, yakni si pemasang iklan, yang membayar jas asebuah media massa atas penyiaran iklannya. Misalnya melalui progam siaran radio dan televise. Periklanan merupakan kegiatan memasok penghasilan bagi perusahaan penerbit pers dengan jalan menjual kolom-kolom yang ada pada surat kabar atau majalah dalam bentuk informasi iklan. Tugas pokok periklanan adalah mengkomunikasikan informasi seefisien mungkin kepada banyak orang.

2.     Hubungan Masyarakat (Public Relations-PR) adalah ruang lingkup komunikasi yang kedua

Hubungan masyarakat adalah fungsi manajemen dari sikap budi yang berencana dan berkesinambungan, yang dengan itu organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang bersifat umum dan pribadi berupaya membina pengertian, simpati dan dan dukungan dari mereka yang ada kaitanya atau yang mungkin ada hubungannya dengan jalan menilai pendapat umum diantara mereka, untuk mengorelasikan, sedapat mungkin mungklin, kebijaksanaan dana tata cara mereka, yang dengan informasi yang berencana dan tersebar luas mencapai kerjasama yang lebih produktif dan pemenuhan kepentingan bersama yang lebih efisien.

Fungsi humas adalah menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan oerganisasi, membina hubungan harmonis antara organisasi dengan public intern dan public ekstern, menciptakan kombinasi dua arah dengan menyebarkan informasi dan oerganisasi kepada public dan meyalurkan opini public kepada organisasi, melayani publik dan menasihati pemimpinan oerganisasi demi kepentingan umum.

3.     Ruang Lingkup komunikasi yang ketiga adalah jurnalistik

Jurnalistik adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana acara atau teknik mencari bahan berita hingga menyusunnya menjadi berita atau laporan yang menarik di dalam media massa cetak maupun elektronik. Jadi jurna;isitik pada hakikatnya adalah kegiatan meliputi peristiwa yang terjadi setiap hari di masyarakat, menyusunnya dalam bentuk kisah berita dan kemudian menyebarluaskan kepadu masyarakat, sehingga menjadi informasi bagi siapa saja.

4.     Ruang lingcup komunikasi yang keempat adalah dunia penyiaran/broadcasting

Berbicara soal broadcasting erat kaitannya dengan dunia siaran radio (radio broadcasting) dan dunia siaran televise (television broadcasting).

Broadcasting adalah distribusi sinyal suara (audio) maupun gambar (visual) yang mengantarkan berbagai progam ke pendengar, penonton meliputi masyarakat luas atau sebuah komunitas besar, seperti anak-anak atau orang-orang dewasa.


 

 

https://difarepositories.uin-suka.ac.id/50/1/ILMU%20KOMUNIKASI%20Teori%20dan%20Praktik%20Prof.%20Drs.%20Onong%20Uchjana%20Effendy.pdf

https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=U8hcDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR5&dq=ruang+lingkup+ilmu+komunikasi+&ots=RvdJfw1zp2&sig=-3KmvtjIe9ash1_DQmqgPYg5ge4&redir_esc=y#v=onepage&q=ruang%20lingkup%20ilmu%20komunikasi&f=false

https://books.google.co.id/books?hl=en&lr=&id=fDa2DwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PP1&dq=+ilmu+komunikasi+adalah&ots=yaLld_bgTW&sig=w87-H4HK1rwsiKgx4pex64sBfaM&redir_esc=y#v=onepage&q=ilmu%20komunikasi%20adalah&f=false

 




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIMENSI DIMENSI ILMU KOMUNIKASI

Tokoh-Tokoh Ilmu Komunikasi

Pendekatan Kritik Sosial